Monday, 28 November 2016

Memaknakan Bahagia pada Kita

Menjadi bahagia, bukanlah karena sikap orang lain yang menyenangkan atau menyakiti kita. Tetapi menjadi bahagia adalah karena pilihan kita sendiri untuk menjadi bahagia.

Menjadi bahagia adalah tentang bagaimana kita mensetting hati, pikiran dan laku dan keseharian kita, dan semua itu adalah terletak diatas keinginan dan kemauan kita sendiri.


Lalu, apakah ada kebahagiaan dalam kesabaran? Tentu saja ada. Seseorang yang beriman kepada Allah, akan selalu bahagia dalam sabarnya. 

Hal ini wajar, karena pikirannya akan tertuju kepada nikmat pahala dan kebahagiaan akherat yang pasti Allah berikan sebagai balasannya.

Dan sekali lagi, hal ini hanya berlaku hanya untuk para hati yang benar- benar beriman kepada Allah.



Selanjutnya, dalam kesabaranpun juga terkandung kebahagiaan yang lain. Seperti kata pepatah, bahkan batupun bisa akan berlubang jika ditetesi air secara terus menerus. 

Garis hidup yang memang tidak mudah di lalui pada awalnya dengan sikap yang bernama sabar, namun di episode akhir, InsyaAllah kita akan berhasil mengubah seseorang, yang tanpa sadar 

Justeru akan mencontohi perbuatan baik yang telah kita lakukan, hanya kerana kita mampu bersabar.  

Dan adalah sebuah kepastian bagi siapapun yang akhirnya menemui dirinya di masa depan menjadi peribadi yang disegani dihadapan kawan mahupun lawan.




Maka jadilah pahlawan bagi diri sendiri, iaitu yang mampu mengangkat darjat diri sendiri diatas kesabaran, dan selalu hadiahkan diri kita dengan sebuah rasa syukur kepada Allah. 

Sungguh, orang yang damai dan bahagia dengan dirinya, sesungguhnya tidak memerlukan apa- apa lagi, Kecuali Allah, yang Maha membantu dalam menyelesaikan masalahnya, dan selalu akan menyertai hari- harinya. 

Dan dengan begitu, bisa disimpulkan pula, bahwa dia telah menjadi pemimpin terbaik atas dirinya, iaitu dengan menyandarkan pilihan dan keluh kesahnya dengan yang Maha Menyelesaikan, apa sahaja.  

Dan ketika kita sudah merasa memiliki dan begitu dekat dengan Allah, maka semudah itu kita akan mutuskan, ternyata begitu mudah mendapatkan sebuah bahagia...

Memahami Makna Ikhlas...


Sejak dulu hinggalah sekarang, aku masih berusaha memahami apa itu makna ikhlas. Ikhlas yang sesungguhnya. Ikhlas yang sebenar-benarnya. Ikhlas yang membawa kepada bahagia kepada pemiliknya. Ikhlas yang boleh membawa kepada ketenangan.
.
Mengapa harus memahami makna ikhlas?
Aku merasa sangat penting memahami makna ikhlas kerana aku yakin bahwa itu adalah jalan terindah menuju kebahagiaan.

Hati manusia tak ubahnya seperti samudera, kerana di dalamnya terdapat berjuta-juta rahsia, berjuta-juta mutiara hikmah dan kebijaksanaan, berjuta kebaikan dan keprihatinan, sekaligus berjuta keburukan dan kedustaan.
..
Pada hati manusia terdapat keimanan, kemunafikan, keingkaran, kefasikan, kesabaran, kesyukuran, kelembutan, kekerasan, keikhlasan, senang, susah, sedih, gembira, dan masih banyak lagi yang lainnya.
.
Didalam hati itulah keikhlasan atau kesyirikan bersemayam. Hati manusia inilah yang akan menentukan, apakah yang akan ia perbuat dan untuk siapa perbuatan itu ia persembahkan.
.
Berbicara tentang keihklasan, sesungguhnya kita sedang membicarakan perihal hati. Ada baiknya, sama-sama kita fahami terlebih dulu, makna dibalik sebuah kata ‘Ikhlas’.
Ikhlas itu, Rahsia antara manusia dengan Allah. Kita akan dapat merasakan desiran getar-getar keikhlasan saat ia memenuhi hati.
.
Kita akan merasakan keikhlasan saat air mata kita mengalir, Hati itu tergerak dan terdorong kuat untuk melakukan amal ketaatan.
.
Saat kita menemukan diri kita yang begitu berkeinginan melakukan suatu amal ketaatan, lalu kita menunaikannya dengan penuh cinta dan ketulusan,
.
Disitu kita akan tahu bahwa disana ada keikhlasan tanpa perlu menafsirkannya...
Idea asal: blog kisah dalam bingkai


He,


Who has nothing,


Has Allah


He,


Who has Allah,


Has everything...






No matter what,


No matter how,


Be close to Allah,


Allah is the one that you should turn yourself into..